Serupa Tapi Tak Sama, Ini Beda Remote Work & Telecommuting – Menurut laporan produktivitas tempat kerja Jobberman Nigeria, “Millennials & The Digital Marketplace: Cara Menjaga Millenials Produktif di Tempat Kerja,” sebanyak 25% responden menegaskan fakta bahwa mereka lebih produktif apabila bisa bekerja dari rumah.

Sementara itu, tren tempat kerja saat ini menunjukkan bahwa pekerjaan jarak jauh (remote work) dan telecommuting adalah konsep yang telah berkembang secara fenomenal dan telah diterima di seluruh dunia.

Saat ini, 4,3 juta karyawan bekerja dari rumah minimal 6 – 10 jam per hari. Tapi, apa yang menjadi label pekerjaan para karyawan ini? Apakah remote work (pekerja jarak jauh)?

Atau telecommuting? Agar bisa melabeli jenis pekerjaan jarak jauh ini, kamu harus memahami apa perbedaan antara remote work dan telecommuting.


Apa itu Remote Work?

Remote work adalah konsep tempat kerja non-tradisional, yang memungkinkan kamu sebagai karyawan untuk bekerja dari luar lingkungan kantor resmi perusahaanmu.

Hal ini didasarkan pada konsep bahwa karyawan tidak perlu manajemen mikro atau bekerja dari lokasi tertentu agar tugas yang diberikan dapat dilaksanakan dengan baik.

Untuk menjawab apa itu remote work, yang perlu diketahui secara umum bahwa pekerjaan jarak jauh (remote work) menyiratkan bahwa pekerja itu tinggal di luar wilayah geografis kantor pusat atau kantor utama perusahaan.


Apa itu Telecommuting?

Telecommuting adalah situasi kerja di mana seorang karyawan melakukan pekerjaannya di luar kantor; biasanya dari rumah, lokasi atau kafe yang disepakati.

Akan tetapi, pekerja ini tetap berkomunikasi dengan karyawan lain melalui telepon, chatting, email, dan media komunikasi berbasis internet lainnya.

Baca Juga: Catat ya! Ini 5 Kesalahan Freelancer Saat Bidding Project

Bahkan jika kamu bekerja dari kenyamanan ruang kerja di rumah, kamu mungkin harus berpikir dua kali sebelum menyebutkan bahwa pekerjaanmu ini termasuk kategori telecommuting.

Beberapa tahun terakhir, istilah “telecommuting” mulai memudar popularitasnya. Tetapi, jelas masih dilihat praktiknya di tengah masyarakat.

Menurut Global Workplace Analytics, 20% – 25% pekerja di Amerika Serikat melakukan telecommuting setidaknya beberapa kali dalam satu bulan.

Jack Nilles, seorang fisikawan dan insinyur, muncul dengan gagasan untuk melakukan telecommuting pada tahun 1973 silam.

Ketika ia merancang kendaraan ruang angkasa dan sistem komunikasi untuk Angkatan Udara Amerika Serikat dan NASA.

Dirinya menyadari bagaimana telekomunikasi dapat menggantikan perjalanan pulang-pergi bekerja yang memakan waktu untuk para pegawai.

Dia kemudian menciptakan istilah “telecommuting” dan “telework” ketika dia bekerja pada proyek yang memungkinkan karyawan untuk bekerja di rumah.


Perbedaan Dasar Antara Remote Work vs Telecommuting

Terlepas dari seberapa dekat persamaan antara remote work vs telecommuting, ada beberapa perbedaan yang jelas. Berikut ini adalah sekilas tiga hal yang membedakannya:

1 Batasan

Pekerjaan jarak jauh atau remote work memungkinkan kamu untuk bekerja dari mana saja di seluruh dunia tanpa batasan atau tuntutan tertentu dari atasanmu.

Biasanya, atasan atau manajer kamu tidak akan meminta agar kamu bisa datang setiap hari hanya untuk bertatap muka. Melainkan, kamu diberikan jam kerja fleksibel untuk bekerja cukup dari rumah.

Sedangkan, telecommuting, kamu masih diharuskan datang ke kantor pada hari – hari tertentu, terutama ketika ada meeting mingguan atau pertemuan penting. Mungkin kamu juga diperlukan berada di lokasi tertentu untuk rapat.


2 Lokasi

Pekerjaan jarak jauh atau remote work, memiliki karyawan dengan lokasi yang berjarak ribuan kilometer atau seluruh dunia.

Mereka tetap terhubung atau berkomunikasi tentang pekerjaan menggunakan email, telepon, atau chatting.

Sementara itu, telecommuting memiliki rekan – rekan yang masih berada di lokasi yang sama dan bisa bertemu di saat – saat tertentu seperti ketika rapat mingguan.


3 Team Building

Kegiatan team building dan rapat diperlukan oleh para telecommuter. Mereka membutuhkan pertemuan secara rutin atau konsisten karena kebutuhan bisnis.

Misalnya, saja mereka perlu bertatap muka atau berdiskusi secara langsung untuk mempromosikan produk terbaru yang akan dirilis.

Sementara itu, para pekerja jarak jauh atau remote work terlalu sulit untuk melakukan kegiatan seperti itu secara konsisten, mengingat lokasi mereka yang terpisah negara bahkan benua.


Banyak Orang Mendambakan Remote Work & Telecommuting

Kedua konsep pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah ini sangat digemari kaum milenial. Temuan terbaru dalam survei milenial di Nigeria menunjukkan bahwa 65% milenial lebih suka bekerja dari tempat kerja, 9% dari perpustakaan, 1% dari kedai kopi dan 25% dari rumah.

Baca Juga: 10 Peluang Kerja Online yang Harus Dicoba Sekarang

Tren menunjukkan bahwa perusahaan yang memfasilitasi dan membolehkan karyawan bekerja jarak jauh, akan lebih mudah mempertahankan (meretensi) karyawan terbaik mereka.

Kini sudah tidak relevan lagi mengatur karyawan dengan jadwal ketat atau memotong gaji bulanan mereka hanya karena mereka terlambat datang ke kantor.

Perusahaan yang masih menerapkan aturan lama dan kaku akan ketinggalan zaman, dan akan segera ditinggalkan karyawannya.

Sebaliknya, perusahaan yang menggunakan konsep remote work dan telecommuting akan lebih populer di masa depan.


Artikel Lainnya:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.