Hey Kamu yang Super Sibuk, Ini Cara Membagi Waktu Antara Freelance dan Full Time – Zaman sekarang, kebutuhan hidup (dan gaya hidup juga) semakin meningkat.

Namun sayang, gaji dari kantor susah banget ditingkatkan hehehe. Kalau sudah begitu, mau bagaimana lagi, terpaksa deh cari kerja sampingan.

Lumayan kan, dengan freelance, penghasilan bisa bertambah. Apalagi kalau punya banyak skill, kesempatan kerja freelance pun semakin terbuka lebar.

Baca juga: Simpel tapi Menarik, Ini 4 Tips Membuat Proposal Freelancer

Namun bingung juga ya, bagaimana cara membagi waktu antara freelance dan full time? Kamu pasti tidak mau dong, kalau salah satunya berantakan hanya gara-gara tak bisa bagi waktu?

Nah, coba disimak tips-tips berikut, supaya kerjaan freelance dan full time sama-sama lancar.

Cara Membagi Waktu Antara Freelance dan Full Time

1Rinci tugas pekerjaan utama

kerja di rumah freelancer - kerja lepas
Gambar: ShutterStock

Sebelum menerima job freelance apa pun, coba kamu tulis dengan rinci job description pekerjaanmu di kantor.

Bagaimanapun, full time work tetap harus diutamakan, karena kamu telah berkomitmen saat menjadi karyawan perusahaan.

Baca juga: Kerja Freelancing Cocok untuk Tipe Introvert, Kenapa ya?

Setelah selesai menuliskan daftarnya, barulah kamu bisa menentukan apakah waktu kamu cukup luang untuk menerima job sampingan atau tidak, dan berapa banyak porsi kerja freelance yang sanggup kamu kerjakan.


2Tentukan jatah pengerjaan freelance

ilustrator - desainer

Nah, sekarang karena kamu sudah mengetahui kesanggupanmu mengerjakan project freelance, tentukan berapa jam dalam seminggu yang bisa kamu luangkan untuk mengerjakan kerja sampingan. 

Sebagai contoh, dalam satu minggu, jadwal yang kamu rencanakan untuk mengerjakan freelance adalah

  • Senin : 1 jam
  • Selasa : 30 menit
  • Rabu :
  • Kamis : 1 jam
  • Jum’at : 2,5 jam
  • Sabtu : 6 jam
  • Minggu: 4 jam

Nah, jika ditotal, kamu memiliki 15 jam setiap minggunya untuk bekerja freelance

Timbul pertanyaan: “Kenapa sih musti dihitung-hitung segala?” Jawabannya ada di poin berikut.


3Memilih jenis pekerjaan freelance

dengan menjadi pekerja lepas, kamu bisa memperluas networking
Sumber: dribble.com

Tujuan utama penghitungan waktu pengerjaan tadi adalah agar kamu bisa memilih jenis pekerjaan freelance mana saja yang tidak terlalu menyita waktu. 

Misalkan, kamu memiliki berbagai skill, mulai dari menulis artikel, menerjemahkan, desain grafis, voice over, dan programming.

Baca juga: 5 Tantangan Tersulit Dunia Freelance yang Harus Dihadapi Milenial

Nah, karena tidak mungkin semua area pekerjaan di bidang-bidang tadi kamu ambil, coba fokuskan untuk mengambil pekerjaan yang tingkat kesulitan dan waktu pengerjaannya paling sedikit.

Memang sih, tak ada aturan yang melarang kamu untuk mengambil semua job yang sesuai dengan keahlianmu. Tapi alangkah baiknya jika kamu batasi 1 atau 2 bidang saja, sampai kamu memiliki waktu yang lebih luang. 

Contohnya, urutan pekerjaan yang menurut kamu memiliki tingkat kesulitan dari rendah – tinggi adalah sebagai berikut:

  • Menulis
  • Voice over
  • Desain grafis
  • Menerjemahkan
  • Programming

Maka, agar tak terlalu menyita waktu, pilihlah menulis dan voice over sebagai pekerjaan sampingan yang lebih kamu prioritaskan.


4Tentukan jumlah project yang bisa diambil

bekerja lepas - menjadi freelancer
Copyright: aqr-studio

Masih berkaitan dengan waktu poin-poin di atas, tentukan sejak awal berapa project yang sanggup kamu kerjakan. Hindari terlalu banyak menerima pekerjaan dalam waktu yang bersamaan.

Baca juga: 7 Karakter Freelancer Sukses yang Bisa Mendatangkan Banyak Uang

Misalnya, kamu sampai mengerjakan job menulis artikel dari 6 project yang berbeda. Dikuatirkan, bila terlalu banyak freelance job dalam seminggu, hasilnya tidak akan maksimal.


5Hindari “tight deadline”

sibuk bekerja dan belajar - cara membagi waktu antara freelance dan full time

Salah satu cara membagi waktu antara freelance dan full time selanjutnya adalah memperhatikan tenggat waktu. Saat kamu menelusuri lowongan freelance job di internet, biasanya tercantum kapan deadline pekerjaan tersebut harus selesai.

Baca juga: 6 Tips Membangun Tim Freelance Jarak Jauh demi Kesuksesan Bisnis

Sebaiknya pilih project yang memiliki masa pengerjaan cukup panjang, misalnya hitungan seminggu atau 2 minggu.

Dengan begitu, kamu tidak akan terburu-buru mengerjakannya, apalagi siang harinya aktivitas kamu sudah padat di kantor.


6Buat “project board”

menulis ebook - menjual ebook - Cara Milenial Menghasilkan Uang Dari Internet Secara Digital
Gambar: ShutterStock

Sangat penting untuk mengetahui project apa saja yang sedang kamu kerjakan, dan sudah berapa persen progresnya.

Nah, untuk memudahkan pengecekan hal tersebut, tulislah semua project dan perkembangannya pada sebuah whiteboard, atau papan apapun yang bisa kamu gunakan. Taruhlah di dekat meja kerjamu di rumah, agar kamu bisa selalu memantaunya.


7Selesaikan tugas pada tempatnya

freelance - pekerja lepas - kerja sampingan (7)
Copyright: aqr-studio

Aturan paling penting bila kamu memiliki job freelance dan full time work adalah: Jangan pernah mengerjakan pekerjaan freelance di kantor! Ini wajib kamu taati, karena berbagai alasan.

Yang pertama, bisa berbahaya bila ketahuan atasan kamu di kantor. Paling ringan kamu akan ditegur, dan parah-parahnya, kamu bisa dipecat dari perusahaan.

Baca juga: Kerja Sambil Liburan, Ini 5 Kebahagiaan Freelancer yang Tak Dimiliki Pekerja Kantoran

Yang kedua, secara etis sangat tidak pantas menggunakan fasilitas dan waktu kerja full time (di mana kamu mendapatkan gaji setiap bulannya), untuk mengerjakan pekerjaan freelance-mu (di mana kamu juga mendapatkan penghasilan tambahan).

No, don’t do it. Segala sesuatu yang dilakukan dengan cara curang, hasilnya pun tak akan baik. Oleh karena itu, kerjakan full time work kamu di kantor, dan freelance work kamu di luar jam kantor ya.

Selain 7 tips di atas, pastinya masih banyak tips-tips lain tentang cara membagi waktu antara freelance dan full time.

Namun, untuk sementara, kamu ikuti dulu cara-cara di atas ya, dan lihat hasilnya seperti apa. Semoga bisa membantu kamu me-manage waktu antara pekerjaan sampingan dan utamamu. Selamat mencoba!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.